Daerah  

PGI KLARIFIKASI SURAT GUBERNUR-Pemprov Kalteng Minta Maaf

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM Gaduh surat Gubernur Kalimantan Tengah tentang ‘Meniadakan Perayaan Natal dan Tahun Baru’, diklarifikasi oleh Pengurus Gereja-Gereja Indonesia (PGI) Wilayah Kalteng, Jumat (29/10).

Ketua PGI Wilayah Kalteng Pdt Medio Rapano bersama Ketua Majelis Sinode Wilayah Kalteng Sipet Hermanto bertemu secara langsung dengan Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo, untuk meminta penjelasan arti kata ‘Meniadakan’ pada surat tersebut.

Hadir pula Pejabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Kalteng Nuryakin, Kepala Dinas Kesehatan Kalteng Suyuti Syamsul dan Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Komunikasi Informatika dan Persandian (Diskominfosatik) Kalteng Agus Siswadi. Dalam pertemuan tersebut, disampaikan kepada PGI Wilayah Kalteng terkait arti ‘Meniadakan’ di surat edaran.

Ketua PGI Wilayah Kalteng Pdt Medio Rapano usai pertemuan dengan jajaran Pemerintah Kalteng mengatakan, menyambut dan menerima dengan baik hadir dan tujuan dari surat tersebut. Apa yang disampaikan pemerintah dalam surat itu, sepemahaman dengan PGI Wilayah Kalteng, yang pada intinya bersama-sama mencegah penyebaran virus Covid-19 di Kalteng. Kita bersama-sama mengamankan masyarakat Kalteng agar jangan sampai terjadi gelombang ketiga Covid-19.

Surat edaran yang dikeluarkan pada 26 Oktober 2021, kata Pdt Medio Rapano, Perayaan Natal dan Tahun Baru ditiadakan untuk tahun 2021. Maksud dari surat itu adalah tidak mengumpulkan orang dalam jumlah banyak, open house tidak dilaksanakan. Tapi, ibadah Natal itu wajib dan tetap dilaksanakan. Ibadah pada 24 dan 25 Desember 2021 masih tetap dilaksanakan, dengan menerapkan protokol kesehatan.

Clear tidak ada polemik  dan lain sebagainya terkait dengan edaran itu. PGI Wilayah Kalteng sepaham, yang intinya penerapan protokol kesehatan. Ibadah pada 25 Desember 2021 tetap dilaksanakan, namun terbatas. Perayaan yang tidak bisa dilaksanakan, karena mengumpulkan orang banyak,” kata Pdt Medio.

Kondisi sekarang ini, jelas Pdt Medio, masih dalam keadaan yang harmonis. Harapan besar, PPKM di Kalteng akan terus turun dan pandemi berakhir. Berakhirnya pandemi membuat kehadiran umat dalam kegiatan keagamaan semakin bertambah, meskipun tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Sementara itu, Ketua Majelis Sinode Wilayah Kalteng Sipet Hermanto mengaku, ada mendapat begitu banyak pesan dan respons dari masyarakat perihal surat tersebut. Inti dari keluhan kelompok masyarakat adalah adanya respons dari organisasi GKE yang ada di Kalteng. Orientasinya menjaga kondusifitas daerah Kalteng, maka membangun komunikasi dengan pemerintah sebagai sumber surat tersebut.

Sipet mengatakan, pasca-viralnya surat tersebut, dan sudah dilakukan klarifikasi oleh Sekda Kalteng dalam surat  tanggal 28 Oktober 2021, namun masih ada ketidakpuasan dari masyarakat. Selama ini ada perbedaan terkait dengan perayaan Natal. Poin pentingnya, ibadah Natal tidak ada masalah, dan tetap bisa dilaksanakan.

Hasil audiensi, kata Sipet, mendapatkan pemahaman yang sama. Kita semua, tanpa terkecuali ingin agar penularan Covid-19 ini bisa diputus, perlu pencegahan. Mengumpulkan orang banyak tidak dilakukan. Apabila memungkinkan, open house tidak dilakukan karena sulit mengendalikan siapa saja yang datang berkunjung.

“Pengalaman nyata, saat Idul Fitri di Tangkiling yang terjadi penyebaran massal. Hal inilah yang tidak diinginkan. Apabila memungkinkan juga, open house dengan menerapkan prokes, demikian pula dengan ibadah Natal. Kerukunan, ataupun instansi tetap dapat melaksanakan ibadah Natal pada 24 Oktober 2021,” kata Sipet.

Sipet mengungkapkan, melalui PGI Wilayah Kalteng dan Majelis Sinode Wilayah Kalteng, pejabat Kalteng yang dihadiri Wakil Gubernur Kalteng Edy Pratowo, Pj Sekda Kalteng Nuryakin, Kepala Dinas Kesehatan Suyuti Syamsul, dan Plt Kepala Dinas Kominfosantik Kalteng Agus Siswadi, dengan kebesaran hati dan dengan jiwa besar, menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat apabila memang surat itu, khususnya pada poin 6 menimbulkan kegaduhan. ded

Respon (1)

  1. Sudah tdk ada lagi yg namanya covid19 boss.., itu kan mau2 nya si luhut panjaitan aja, biar laku PCR nya..

Tinggalkan Balasan

%d blogger menyukai ini: