400 Desa di Kalteng Belum Tersentuh Listrik

MUARA TEWEH/TABENGAN.COMListrik sangat penting bagi kehidupan masyarakat. Namun sayangnya, di Kalimantan Tengah (Kalteng) masih banyak desa belum dijangkau oleh listrik, yang belum dinikmati masyarakat Kalteng Berkah.

Anggota Komisi VII DPR RI  Willy M Yoseph mengungkapkan, listrik di Kalteng masih jauh tertinggal. Menurutnya, ada 400-an desa yang belum tersentuh listrik. Dari 34 provinsi, Kalteng berada di peringkat bawah setelah Papua.

Untuk di Kalteng, daerah terbanyak yang belum dialiri listrik adalah Kabupaten Murung Raya, Kabupaten Lamandau peringkat kedua, kemudian Kapuas dan Seruyan.  Untuk Kabupaten Barito Utara juga masih ada 27 desa belum tersentuh aliran listrik.

“Listrik merupakan kebutuhan utama paling berarti. Kalau  tidak ada listrik, tidak ada kebahagiaan yang dirasakan. Mati lampu sehari saja tak ada listrik, rasanya  kita seperti mundur 50 tahun,” ujar Willy saat berkunjung ke Muara Teweh, Barito Utara, kemarin.

Willy menyebut, ada 2 masalah pembangunan yang mesti dipercepat di Kalteng ini. Selain listrik, juga komunikasi. Untuk kelistrikan, butuh dana mencapai Rp2 triliun.

“Karena kita ingin rakyat jadi cerdas, bahagia dan sejahtera. Saya bicarakan masalah listrik dengan GM PLN Kalselteng, Dirjen, dan Menteri ESDM,” ujar Anggota Komisi VII DPR RI ini.

Politisi dari PDIP itu menambahkan, dalam paparan PLN ULP Muara Teweh, tercatat sebanyak 27 desa dari 5 kecamatan atau 23 persen dari total desa dan kelurahan di Barut belum tersentuh listrik.

Desa yang belum tersentuh listrik di antaranya di Kecamatan Gunung Purei, Kecamatan Lahei, Kecamatan Teweh Baru, Kecamatan Teweh Selatan, dan di Kecamatan Teweh Timur.

Sementara itu, Sekretaris Daerah (Sekda) Barut Muchlis mengatakan, meski ada 27 desa yang belum tersentuh listrik, namun secara rasio presentase warga mendapat saluran listrik di Barut mencapai 90 persen. c-hrt

Tinggalkan Balasan