Hukrim  

Menang Perdata, Dugaan Pemalsuan Dokumen Tanah Dilaporkan ke Polda Kalteng

PALANGKA RAYA/TABENGAN.COM- Pasca kemenangannya dalam perkara perdata No.214/Pdt.G/2021/PN PLK  terkait sengketa tanah, Siti Hadijah selaku ahliwaris Hj Aluh Umi melaporkan kasus dugaan pemalsuan dokumen tanah ke Ditreskrimum Polda Kalteng, Rabu (25/5).

“Kami melaporkan adanya dugaan tindak pidana menilep dengan data-data palsu, sehingga pemilik atas tanah menjadi SHM ganda atas objek yang sama, dan kemudian Sertifikat Hak Atas Tanah dibuat yang menindih Sertifikat Hak Milik ( SHM ) Hj Aluh Umi,” ucap Pua Hardinata SH  selaku Kuasa Hukum yang mendampingi Siti Hadijah.

Menurut Pua, lokasi tanah yang disengketakan di Jalan Tjilik Riwut km 45  arah Jalan Tumbang Talaken dengan sertifikat No.304 dengan gambar situasi tanggal 03-11-1995 Nomor 2377 /95 seluas 18.154 meter persegi yang sudah dimiliki Hj Aluh Umi sejak tahun 1995.

Namun tanah milik Aluh tersebut justru dijual oleh pihak berinisial IS dan kawan-kawan. IS pernah mengklaim tanah dia beli tahun 2012, padahal Hj Aluh Umi yang berusia 85 tahun sudah berbaring sakit lumpuh di rumah anaknya, yakni Siti Hadijah hingga meninggal dunia.

Pua menyebut IS dan kawan-kawannya membuat Sertifikat Hak Atas tanah dari data palsu pengajuan SHM melalui Program Tanah Sertipikat Langsung (PTSL). IS membagi tanah tersebut melalui 9 nama SHM dan atas nama orang lain sebagai pembelinya. Sebanyak 9 SHM lainnya tidak sempat diserahkan dan masih ditunda oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Palangka Raya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.