PALANGKA RAYA/TABENGAN.com – Sebanyak 13 Bakal Calon (Balon) Rektor Universitas Palangka Raya (UPR) telah melaksanakan pencabutan nomor urut, dalam agenda Rapat Senat di Ruang Pertemuan Serba Guna, Lantai VI Gedung Kuliah Merah Putih UPR, Jalan Hendrik Timang, Senin (11/7/2022).
Ketua Panitia Penjaringan dan Pemilihan Calon Rektor UPR Periode 2022/2026 Prof Jhoni Bungai, saat dikonfirmasi Tabengan, usai kegiatan menjelaskan, bahwa agenda Rapat Senat yang digelar telah terlaksana dengan baik.
“Hari ini Senat UPR telah menggelar sidang dengan beberapa agenda. Yakni menetapkan jadwal yang diperbaharui, kemudian senat menetapkan calon yang mendaftar dan semua lulus verifikasi. Senat telah menetapkan nomor peserta dengan sistem pencabutan masing-masing. Semua terlaksana dengan baik dengan lancar,” ucapnya.
Dijelaskan, agenda pencabutan nomor urut Balon Rektor UPR Periode 2022/2026 tersebut, dipimpin langsung oleh Ketua Senat sekaligus Rektor UPR Dr Andrie Elia, SE, M.Si, serta dihadiri oleh 10 Balon, sedangkan tiga di antaranya harus diwakilkan oleh panitia sesi pencabutan nomor urut karena berhalangan hadir.
“Ada tiga yang berhalangan hadir, yakni Prof Dr Danes Jaya Negara MSi, Dr Ir Uras Tantulo MSi dan Dr Indrawan Permana ST MA. Namun hal ini tidak masalah. Dalam pencabutan nomor urut mereka telah diwakilkan dan sah-sah saja. Jadi total keseluruhannya 13 bakal calon telah mencabut nomor urut,” ujarnya.
Kendati demikian, dari beberapa bakal calon tersebut, ada tiga kandidat yang juga menjabat Wakil Rektor, yakni Prof Dr Sulmin Gumiri MSc, Dr Berkat SP MSi dan Prof Dr Salampak MS. Namun panitia akan tetap berpegang teguh pada independensi.
“Saya tegaskan, kita panitia independen seperti arahan Ketua Senat Dr Andrie Elia yakni, panitia dilarang mendukung dan ikut menjadi tim sukses salah satu calon, meskipun ada calon yang menjabat. Karena kita sudah sepakat, tujuan kita adalah membangun UPR ke depan dengan penuh semangat. UPR yang mampu berkarya daerah, negara dan dunia,” tandasnya.
Di sisi lain, Ketua Senat yang juga Rektor UPR Dr Andrie Elia menyampaikan terima kasihnya kepada seluruh pihak yang mendukung pelaksanaan penjaringan dan pemilihan rektor agar terlaksanan dengan baik. Dirinya berharap, tidak ada pihak yang mencemari proses tersebut dengan isu negatif, sehingga mencoreng nama baik UPR.
“Di era saat ini, tidak zaman lagi begitu. Saatnya kita tunjukkan kinerja dan prestasi yang baik. Dunia pendidikan harus berkembang baik dan bersih, karena kita adalah akademisi, guru besar dan dosen yang memiliki tanggung jawab untuk mencerdaskan generasi bangsa. Jangan berikan ajaran tidak baik yang menyebabkan perpecahan dan perselisihan,” pungkasnya. nvd