Daerah  

Bupati Bangga Pelajar Lestarikan Budaya

SAMPIT/TABENGAN.com-Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor merasa bangga kepada para pelajar  yang mau melestarikan budaya yang ada di wilayah ini.

Menurutnya saat ini diakui sudah banyak para pemuda dan pemudi yang enggan ataupun bahkan malu berkecimpung serius untuk melestarikan budaya.

“Saya bangga pelajar jadi penari karena itu melestarikan budaya karena saat ini banyak pemuda atau pemudi kita yang tidak mau jadi penari, sehingga kita kesulitan melakukan regenerasi,” ujarnya, Rabu (13/7/2022).

Mengapresiasi hal tersebut Halikinnor kerap kali memberikan bonus bagi para pelaku seni salah satunya penari yang mengisi di suatu acara. Seperti yang terlihat pada acara pembukaan masa pengenalan lingkungan sekolah MPLS di SMA Negeri 2 Sampit Selasa( 12/7).  Saat itu Halikinnor langsung memberikan bonus berupa uang kepada tim penari yang tampil.

Dikatakan Halikinnor. pihaknya saat ini tetap fokus dan serius dalam melakukan pengembangan dan pelestarian budaya yang ada di wilayah Kotim. Bahkan dirinya juga akan membangkitkan lagi budaya-budaya yang dulunya sempat tenggelam seperti tarian batirik, wayang gong serta masih banyak yang lainnya. Dirinya juga sudah meminta kepada instansi terkait yakni Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar)  setempat untuk dapat menginventarisir kesenian dan kebudayaan asli Kotim . Untuk dapat dibangkitkan kembali sebagai budaya khas milik Kotim.

Orang nomor satu di bumi habaring hurung ini khawatir jika hal ini terus dibiarkan tanpa dilakukan regenerasi, maka kebudayaan asli Kotim yang ada akan menghilang karena tergerus zaman. Untuk itu ia juga meminta kepada setiap satuan didik untuk dapat lebih memberikan edukasi terkait pengembangan kesenian budaya daerah. Hal ini penting dilakukan untuk menumbuhkan rasa cinta terhadap budaya kepada para generasi penerus untuk dapat terus melakukan pelestarian budaya daerah.

“Hal ini harus kita pupuk terus supaya kebudayaan dan kesenian daerah asli tidak pernah karena zaman dan saya berharap para generasi penerus khususnya para pelajar pemuda-pemudi dapat terus melakukan pelestarian kebudayaan daerah karena ini penting untuk kedepannya,” terangnya. (C-May)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.