Dana Nasabah Hilang di Rekening Jenius, inilah kata manajemen

Deny Budianto

Dana Nasabah Hilang di Rekening Jenius, inilah kata manajemen

Di media sosial, banyak nasabah yang melaporkan kehilangan dana dalam rekening Jenius. Kejadian-kejadian ini telah menciptakan keraguan di kalangan nasabah mengenai keamanan menyimpan uang mereka di layanan perbankan digital milik PT Bank BTPN Tbk (BTPN).

Contohnya, pada bulan Juli 2023, kasus seorang klien yang tiba-tiba kehilangan dana hingga Rp 24 juta menjadi perbincangan hangat. Selain itu, ada juga pelanggan lain yang melaporkan kehilangan sejumlah Rp 7,5 juta.

Manajer Digital Banking Bank BTPN, Irwan Tisnabudi, mengakui bahwa masalah kehilangan dana di rekening Jenius sering terjadi. Namun, setelah diselidiki oleh pihak bank, Irwan menyatakan bahwa permasalahan ini disebabkan oleh kurangnya perhatian nasabah terhadap keamanan data mereka.

Irwan menjelaskan bahwa Jenius pertama kali mengalami masalah ini sekitar tahun 2021. Pada saat itu, masalah utamanya adalah taktik rekayasa sosial yang digunakan oleh penipu.

“Misalnya, seseorang berpura-pura menelepon seorang nasabah, mengklaim sebagai perwakilan BTPN, dan meminta beberapa data pribadi seperti kode OTP,” ungkap Irwan.

Lebih lanjut, Irwan menjelaskan bahwa hal ini memungkinkan penipu untuk melakukan transaksi dengan rekening nasabah, yang mengakibatkan hilangnya dana mereka secara tiba-tiba.

Seiring berjalannya waktu, penipu juga menggunakan cara lain untuk mengecoh nasabah Jenius. Salah satunya adalah modus “carding,” yang menjadi penyebab kehilangan dana nasabah pada kejadian Juli yang baru-baru ini terjadi.

Baca Juga :  Salah Baca Google Map, Pengemudi Kijang Dan Honda Jazz Tersesat Ke Jembatan Sempit

Irwan menjelaskan bahwa modus carding sebenarnya merupakan taktik lama yang telah sering terjadi. Biasanya, penipu mencuri informasi penting dari kartu seperti kode CVC.

“Karena itulah kami sekarang mengeluarkan kartu kredit dengan kode CVC yang tidak tertera pada kartu fisik, melainkan hanya dapat dilihat di aplikasi. Ini memastikan bahwa hanya nasabah yang berwenang yang mengetahui kode tersebut,” jelasnya.

Irwan menegaskan bahwa saat ini, pihaknya selalu berkomitmen untuk menjaga keamanan data pelanggan sebagai salah satu prioritas utama dalam bank digital. “Dengan demikian, dapat dipastikan bahwa hingga saat ini, tidak ada kebocoran data dari Jenius,” tambahnya.

Also Read