Air Sungai Desa Muara Inu Keruh karena Aktivitas Tambang?

Redaksi

MUARA TEWEH/Corong Nusantara-Diduga aktivitas tambang yang merusak ekosistem sungai terus bermunculan di Kabupaten Barito Utara (Barut). Sebelumnya beberapa bulan lalu muncul keluhan masyarakat karena air keruh di Desa Jangkang Baru Kecamatan Lahei Barat, dan permasalahan hingga saat ini di Desa Jangkang Baru masih belum mendapat titik temu meskipun PT. Arsy Nusantara sudah menyediakan Sumur Bor namun masih belum mencukupi kebutuhan sehari-hari warga di Desa Jangkang Baru.

Terbaru ini yang menghebohkan media sosial, muncul keluhan dari warga Desa Muara Inu, Kecamatan Lahei, yang air Sungai Palili berubah menjadi keruh diduga sejak adanya aktivitas Perusahan tambang. Karena keruhnya sungai warga juga menemukan sejumlah ikan mati di Sungai Palili.

Masalah di Sungai Palili mencuat ke permukaan, setelah seorang warga memviralkan lewat akun Facebooknya,  Senin (25/7) lalu.

Dalam curhatannya di Facebook disebutkan terkait video yang beredar di FB seputar Barito Utara, Pak Bupati sudah mendapat laporan langsung masyarakat dan disampaikan ke pihak PT Pada Idi.

Ada suara pria dalam tayangan video menyebutkan, seperti ini bunyinya “Keruh air keruh semua ikan-ikan yang ada di sungai ini mati, nah ini imbas dari perusahaan batu bara,”   sebut itu  narasi curahat sang pria terekam dalam video yang beredar.

Perusahaan responsif dan segera melakukan pertemuan dengan pihak Kades Desa Muara Inu untuk segera membuat sumur air bersih untuk masyarakat.

Kepala Desa Muara Inu, Hernedi saat diminta tanggapan oleh wartawan mengatakan,

Desa Muara Inu adalah Desa terbesar di wilayah Kecamatan Lahei yang di kelilingi oleh sungai besar, yaitu Sungai Inu dan Sungai Palili.

Yang mana di seputar sungai tersebut terdapat beberapa perusahaan yang melakukan aktivitas.

“Sungai yang diapload di FB tersebut adalah Sungai Palili yang mana di dalam sungai tersebut ada aktivitas tambang PT Pada Idi,” kata Kades Hernedi, Senin siang.

Hernedi menambahkan, Sungai Palili mempunyai banyak anak sungai seperti Sungai Balangkuung, Sungai Bapu, Sungai Palawan Mea, dan Sungai Draya. Semuanya bermuara di Sungai Palili, letak muara sungai di ujung kampung Desa Muara Inu.

Memang betul saat ini Sungai Palili sangat-sangat tercemar dengan kondisi air yang sangat keruh dan juga ikan mati.

Bahkan Sungai Palili yang dulu tempat warga Desa Muara Inu mencari nafkah seperti memancing, menjala, dan mencari nafkah lainnya, sekarang sudah tidak bisa lagi karena air tercemar dan sangat keruh keruh sekali dahulu air sungai ini digunakan masyarakat untuk konsumsi,  jelas Hernedi.

Kades Muara Inu menegaskan,  Pemerintah Desa dan warga Muara Inu berharap kepada pihak perusahaan dan Pemkab Barut mencari solusi yang terbaik untuk masyarakat. Yang rencana dalam waktu dekat ini kami akan melakukan musyawarah dengan BPD dan tokoh masyarakat untuk menyikapi Sungai Palili yang keruh. Akan kita buat daftar hadir dan berita acara nanti serta surat resmi ke perusahaan dan Pemerintah Daerah, ucap Hernedi.

Tiga pihak dari PT Pada Idi dimintai konfirmasi tentang masalah ini, sejak Senin siang, tetapi tak ada jawaban pasti, salah satunya menjawab “Saya sudah tidak di Pada Idi, Bapak, saran saya ke camp langsung saja ya,” kata salah satu sumber  yang sebelumnya dikenal sebagai eksternal di  perusahaan tersebut. c-hrt

Also Read

Tags