Niat Puasa Di Bulan Muharram, Lengkap Dengan Keutamaannya

Redaksi

Niat Puasa Di Bulan Muharram, Lengkap Dengan Keutamaannya

Corong Nusantara – Simak bacaan niat puasa sunnah di bulan Muharram, lengkap dengan keutamaannya.

Bulan Muharram merupakan bulan istimewa bagi umat Islam.

Muharram merupakan bulan pertama yang mengawali awal tahun baru Islam.

Umat muslim dianjurkan untuk melakukan ibadah puasa sunnah di bulan Muharram.

Puasa di bulan Muharram diyakini dapat mendatangkan pahala dan menghapuskan dosa.

Ada beberapa jenis puasa sunnah yang dapat dikerjakan di bulan Muharram, diantaranya puasa Tasua, Asyura, dan juga Ayyamul Bidh.

Puasa Sunnah yang Dapat Dikerjakan di Bulan Muharram

1. Puasa Tasua

Puasa Tasua dilaksanakan pada 9 Muharram 1445 H, maka pada tahun ini puasa Tasua dikerjakan pada Kamis, 27 Juli 2023.

2. Puasa Asyura

Puasa Asyura dilaksanakan pada 10 Muharram 1445 H, maka pada tahun ini puasa Asyura dikerjakan pada Jumat, 28 Juli 2023.

3. Puasa Ayyamul Bidh

Puasa Ayyamul Bidh dikerjakan pada 13, 14, 15 Muharram 1445 H, maka pada tahun ini jatuh pada tanggal 31 Juli 2023 hingga Rabu, 2 Agustus 2023.

Niat Puasa Sunnah di Bulan Muharram

Dikutip dari Buku Pintar Panduan Lengkap Ibadah Muslimah oleh Ust. Muhammad Syukron Maksum, ini bacaan niat puasa sunnah di bulan Muharram lengkap dengan bacaan Arab, latin, dan terjemahannya:

Baca Juga :  5 Amalan Sunnah Di Bulan Ramadhan, Menambah Pahala Untuk Sempurnakan Ibadah Puasa

1. Niat Puasa Tasua

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ عَنْ أَدَاءِ سُنَّةِ التَا سُوعَاء لِلهِ تَعَالَى

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i sunnatit taasuu’aa sunnatan lillahi ta’ala

Artinya:

“Saya niat puasa Tasu’a, sunah karena Allah Ta’ala”

2. Puasa Asyura

نَوَيْتُ صَوْمَ فِيْ يَوْمِ عَاشُوْرَاء سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shouma fii yaumi aasyuuroo’ sunnatan lillaahi ta’aalaa

Artinya:

“Saya niat puasa Asyura, sunah karena Allah Ta’ala”

3. Niat Puasa Ayyamul Bidh

نَوَيْتُ صَوْمَ غَدٍ اَيَّامَ اْلبِيْضِ سُنَّةً لِلَّهِ تَعَالَى

Nawaitu shouma ghadin ayyamal bidhi sunnatan lillahi ta’ala

Artinya:

“Saya niat berpuasa besok pada Ayyamul Bidh sunnah karena Allah ta’ala.”

Keutamaan Puasa di Bulan Muharram:

1. Menebus Dosa Selama Satu Tahun Silam

Manusia tak luput dari dosa dan kesalahan, maka ada baiknya kita menyadari hal tersebut.

Dengan melakukan anjuran-anjuran ibadah sunnah seperti berpuasa, dapat melunturkan dosa-dosa kita di masa lalu.

Puasa Asyura dipercaya dapat menebus dosa yang telah kita lakukan setahun sebelumnya.

Seperti diungkapkan Abi Qatadah, ketika Rasulullah ditanya tentang puasa Asyura.

Beliau menjawab: “Menebus dosa tahun yang lalu.” (HR.Muslim)

2. Mengikuti Anjuran Rasul

Diriwayatkan oleh Ibnu Abbas: “Rasulullah telah berpuasa pada hari Asyura dan memerintahkan supaya orang-orang berpuasa.” (HR.Muslim).

Baca Juga :  Bacaan Doa Awal Tahun Muharram 1445 H, Ini Amalan Sunah Yang Dianjurkan

Lalu, Abu Hurairah juga berkata: Saya mendengar Rasulullah bersabda: “Hari ini adalah Hari Asyura, dan kamu tidak diwajibkan berpuasa padanya.

Dan saya sekarang berpuasa, maka siapa yang suka, berpuasalah. Dan siapa yang tidak suka, berbukalah!”.

Selain itu, Aisyah, istri Rasulullah menceritakan jika hari Asyura adalah hari dimana orang-orang Quraisy pada masa jahiliyah bisa berpuasa.

Rasulullah juga biasa berpuasa pada hari tersebut, ketika datang di Madinah, beliau berpuasa pada hari itu dan menyuruh orang-orang untuk turut berpuasa.

3. Keutamaannya di Bawah Puasa Ramadhan

Kemudian berpuasa pada bulan Muharram keutamaanya tepat di bawah puasa Ramadhan.

Menurut Abu Hurairah, suatu ketika Rasulullah ditanya:

“Shalat manakah yang lebih utama setelah shalat fardhu?”

Nabi bersabda:

“Yaitu shalat di tengah malam.”

Mereka bertanya lagi:

“Puasa manakah yang lebih utama setelah puasa Ramadhan?”

Sabda Nabi:

“Puasa pada bulan Allah yang kamu namakan bulan Muharram.” (HR. Ahmad, Muslim dan Abu Daud).

Melihat posisi yang berada tepat di bawah puasa Ramadhan, maka menunjukkan bahwa puasa pada bulan Muharram memiliki keutamaan yang luar biasa.

Sebab puasa Ramadhan adalah wajib, sedangkan puasa Muharram sunah.

4. Hari Puasa Ummat Nabi Musa

Puasa Asyura di bulan Muharram merupakan salah satu puasa yang istimewa.

Baca Juga :  10 Mаѕjіd Tеrbеѕаr dі Indоnеѕіа untuk Ibаdаh sambil Wіѕаtа Rеlіgі

Diungkapkan oleh Ibnu Abbas, bahwa Nabi SAW, datang ke Madinah dan melihat orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura.

Mereka menyatakan bahwa hari tersebut merupakan salah satu hari baik.

Hal tersebut dianggap berhubungan erat dengan Nabi sebelum beliau, yaitu Nabi Musa dan kaumnya.

5. Mewujudkan Impian Sang Junjungan

Rasulullah adalah salah satu junjungan umat Islam, orang yang dihormati dan cintai.

Ada sebuah keinginan beliau yang belum terlaksana, lantaran ajal menjemput sebelum tercapainya maksud.

Obsesi itu adalah puasa Tasua, yakni puasa pada tanggal 9 Muharram.

Maka, itulah keutamaan dan nilai-nilai yang terkandung dalam puasa sunnah Tasua dan Asyura di bulan Muharram.

Also Read