Kekerasan Terhadap Anak Masih Terjadi di Kotim

Redaksi

SAMPIT/Corong Nusantara-Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Halikinnor mengatakan jika kasus kekerasan terhadap anak masih terjadi di wilayah ini.

Berdasarkan data dari Dinas Pemberdayaan perempuan Perlindungan Anak pengendalian penduduk dan keluarga berencana (DPPPAPPKB) Kotim, kasus kekerasan terhadap anak pada tahun 2020 berjumlah 10 kasus dan pada tahun 2021 meningkat menjadi 18 kasus.

“Serta sampai dengan bulan Juni tahun 2022 terjadi 9 kasus kekerasan terhadap anak,” ujarnya ketika menghadiri Puncak acara peringatan Hari Anak Nasional yang dilaksanakan di Atrium Citimall Sampit, Jumat (22/7/2022).

Hal ini menurutnya, merupakan poin penting yang harus menjadi perhatian serius pemerintah. Bagaimana anak seharusnya mendapatkan perlindungan dan hak anak. Pemerintah akan terus berupaya dan bersinergi dengan berbagai elemen masyarakat perkumpulan dan lain-lain untuk mengatasi permasalahan tersebut secara berkelanjutan.

Dirinya juga meminta, instansi terkait untuk melakukan sosialisasi pencegahan kekerasan terhadap anak-anak.

“Kita semua berharap tidak ada lagi kekerasan terhadap anak khususnya di Kotim dengan tekad bersama Zero kasus kekerasan terhadap anak,” tegasnya.

Pemerintah daerah, lanjutnya, terus berupaya meningkatkan pelayanan khusus anak, antara lain memperbaiki layanan bagi anak di antaranya adalah layanan kependidikan ,kesehatan serta pemenuhan anak lainnya. Namun hal ini tentunya tidak hanya menjadi tugas pemerintah saja , tetapi juga tugas semua elemen masyarakat dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak. Hal ini sejalan dengan tema hari anak nasional tahun 2022, yaitu anak terlindungi Indonesia maju.

Dirinya berpesan kepada seluruh orang tua, para guru dan semua untuk membantu tumbuh kembang anak dalam meningkatkan keterampilan percaya diri, serta membimbing anak dalam membuat keputusan yang baik dengan menunjukkan sikap respek dan hormat kepada orang tua dan orang lain.

“Kepada anak-anakku di Kabupaten Kotim saya berharap kalian semua bisa memanfaatkan waktu kalian dan baik dan benar hormati orang tua dan guru, cintai keluarga, masyarakat, teman dan tanah air bangsa dan negara. Tunaikanlah ibadah etika dan jadilah insan yang berakhlak mulia bangunlah solidaritas kesetiakawanan dan toleransi dan semua harus bersemangat untuk maju berprestasi dan berbagi,” pungkasnya. (C-May)

Also Read

Tags