Parkir Siswa SMKN 3 Bikin Macet Lalu Lintas

Redaksi

PALANGKA RAYA/Corong Nusantara– Siswa Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 3 Palangka Raya sebagian besar memarkir kendaraan bermotornya di luar lingkungan sekolah, tepatnya di tepi Jalan RA Kartini dan Jalan Wahidin Sudirohusodo, belakangan ini.

Tak ayal, sejumlah masyarakat mengeluhkan hal tersebut yang dinilai membuat kondisi lalu lintas menjadi padat. Terkadang pada jam sibuk seperti saat istirahat dan waktu pulang sekolah, sering terjadi kemacetan.

Royan Sabran, warga yang setiap hari melintasi ruas jalan tersebut untuk mengantar istrinya bekerja di dekat SMKN 3, menuturkan hal serupa. Kondisi Jalan RA Kartini yang sempit dan ditambah lagi digunakannya tepi jalan untuk parkir kendaraan siswa, kadang membuat jalan menjadi macet dan rawan tersenggol kendaraan yang parkir.

“Betul, kalau di pagi hari saat saya melintas jalan di sini padat. Sebenarnya ini kan jalan yang cukup sempit, dan juga satu jalur tapi terkadang ada kendaraan yang masih melawan arus. Belum lagi ada kendaraan yang parkir di tepi jalan, cukup membuat saya sulit melintas. Ditambah lagi anak-anak sekolah yang ada di sekitar sini kerap melintas ngebut-ngebutan,” tutur Royan kepada Tabengan, Senin (1/8).

Kepala Sekolah SMKN 3 Palangka Raya Sri Sundhari saat dikonfirmasi mengatakan, sekolahnya kini tengah melakukan renovasi dan pembangunan ruang praktik sehingga lahan parkir bagi siswa, sementara ini digunakan untuk menempatkan bahan material bangunan.

“Sebenarnya siswa sekolah bisa memarkirkan kendaraannya di samping aula sekolah. Namun, tampaknya mereka tak ingin antre saat memasukkan kendaraan ke dalam sekolah, sehingga memilih parkir di luar. Proses pembangunan ruang baru setidaknya memakan waktu 2 bulan, hingga parkir sekolah bisa digunakan kembali,” kata Sri Sundhari.

Sementara itu dibincangi terpisah, Kepala Dinas Perhubungan Kota Palangka Raya Alman Pakpahan mengakui, pihaknya telah mendapatkan informasi mengenai penggunaan tepi jalan di sekitar SMKN 3 untuk parkir sementara para siswa sekolah.

Sebagai upaya tindak lanjut, seperti penertiban kawasan tepi jalan untuk sementara, menurut Alman, pihaknya akan segera menggelar pertemuan dengan pihak sekolah dan Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng guna menemukan solusi terbaik, agar tidak ada pihak yang merasa dirugikan atas kejadian tersebut.

“Kami terlebih dahulu akan bertemu dengan seluruh pihak terkait. Solusi apa yang akan diambil guna mencegah terjadinya hal yang tak diinginkan dan memberikan kenyamanan bagi para pengguna jalan. Saat ini, petugas Si-Gatur (sistem penjagaan dan pengaturan lalu lintas gratis) Dishub akan standby melakukan pengaturan jalan di sekitar sekolah,” pungkasnya. rgb

Also Read

Tags