Tantingan 51 Calon Paskibraka Gunakan Adat Dayak Kalteng

Redaksi

PALANGKA RAYA/Corong Nusantara– Prosesi Tantingan merupakan salah satu tradisi bagi calon Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka), ketika akan melaksanakan Pemusatan Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat). Hal ini sebagai upaya mengoptimalkan persiapan jelang Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus pada setiap tahunnya.

Tantingan 51 Calon Paskibraka Gunakan Adat Dayak Kalteng

Di Kalteng sendiri, prosesi ini juga dilaksanakan dengan menggunakan adat Dayak Kalteng. Sebanyak 51 calon Paskibraka dari seluruh kabupaten/kota mengikuti Pusdiklat yang digelar di Hotel Dandang Tingang Palangka Raya. Sebelum memasuki salah satu lokasi pemusatan tersebut, para calon Paskibraka akan melewati sebuah gerbang dengan berbagai hiasan ataupun pernak-pernik beragam. Selain dominasi warna merah dan putih, juga ada burung garuda yang menggambarkan kekuatan negara Republik Indonesia.

Uniknya, gerbang itu juga mengadopsi ciri khas Dayak Kalteng. Bentuknya agak mirip dengan Lawang Sakepeng, karena di antaranya ada tali halangan, yang disambung pada 2 buah balon. Bedanya, kalau Lawang Sakepeng memasukinya, biasanya ada atraksi pencak silat khas Dayak Kalteng juga. Di sini, 2 orang calon Paskibraka menyumpit dengan menggunakan sumpit pada 2 buah balon. Begitu keduanya pecah, maka prosesi tampung tawar dilakukan oleh unsur adat dan pihak lainnya.

Tidak ketinggalan Plt Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Iswahono, ikut serta menampung tawar serta menanting-kan para calon Paskibraka tersebut. Masing-masing peserta ditampung tawar di kedua telapak tangan, dan dipersilakan memasuki gerbang.

Sebelumnya sudah ada Tantingan dari Plt Kadispora Kalteng, yang menegaskan keyakinan para calon paskibraka.

“Sebelumnya memang sudah digelar seleksi sebelumnya untuk tingkat provinsi dan nasional, hasilnya dari 56 untuk tingkat nasional diberangkatkan 2 orang,” ujar Plt Kadispora Provinsi Kalteng Iswahono, di sela pembukaan Pusdiklat Calon Paskibraka di Aula Eka Hapakat, Senin (8/8).

Sementara 51 putra dan putri yang ada, mengikuti Pusdiklat dengan lokasi yang ada. Malam harinya, di Hotel Dandang Tingang dilakukan peningkatan wawasan, yaitu seperti pembinaan karakter, disiplin, budi pekerti hingga wawasan kebangsaan. Lalu pada pagi sampai sore harinya, dilaksanakan pembinaan fisik, mental dan spiritual, agar siap dalam pelaksanaan tugas oleh tim pelatih. drn

Also Read

Tags