988 Eks Tekon Berebut Jadi Tekon Lagi

Redaksi

SAMPIT/Corong Nusantara-Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur (Pemkab Kotim) melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) kembali melaksanakan seleksi untuk tenaga kontrak (tekon) tahap kedua.

Proses seleksi yang dilaksanakan di tennis indoor Stadion 29 November Sampit itu diikuti sebanyak 988 eks tekon yang dinyatakan tidak lulus pada pelaksanaan seleksi tahap satu.

Saat tes berlangsung nampak Asisten I Setda Kotim Diana Setiawan, Asisten II Setda Kotim Alang Arianto, Kepala Dinas Kesehatan Kotim Umar Kaderi, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kotim Susiawati dan Plt Kepala BKPSDM Kotim Kamaruddin Makaleppu ikut meninjau pelaksanaan seleksi tersebut.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BKPSDM Kotim Kamaruddin Makaleppu mengatakan, jumlah total tekon yang dinyatakan tidak lulus pada tahap satu berjumlah 1042 orang. Namun dua orang dari eks tekon tersebut tidak ikut serta karena meninggal dunia.

“Sehingga yang kita surati hanya berjumlah 1.039 orang karena dua orang meninggal dunia. Kemudian jumlah ini pun berkurang sebanyak 51 orang karena mereka ini berasal dari kelompok yang tidak ikut tes tulis dan hanya melalui penilaian kinerja seperti tenaga sopir dan lainnya,” jelasnya, Senin (25/7/2022).

Saat pelaksanaan seleksi tahap dua tersebut lanjutnya dilakukan sebanyak dua sesi dimana untuk sesi pertama untuk peserta dengan pendidikan strata satu . Dan sesi kedua untuk pendidikan SMA dan Diploma tiga. Naskah soal yang diberikan, menurutnya berbeda dengan pelaksanaan seleksi pada tahap pertama. Namun untuk ketentuan kelulusan pihaknya masih menerapkan nilai ambang batas atau passing grade mencapai angka 76.

 “Jika nilainya dibawah 76 maka dinyatakan tidak lulus. Nantinya bagi peserta yang lulus akan bekerja terhitung mulai 1 Agustus 2022,” terangnya.

Dijelaskan Kamaruddin, pihaknya sudah melakukan pemetaan terkait kebutuhan tenaga pendidik, kesehatan dan administrasi yang dibutuhkan di daerah ini. Meski itu dirinya enggan merinci berapa jumlah kebutuhan yang diperlukan. Namun dirinya menegaskan jika formasi lebih difokuskan untuk mengisi kebutuhan tenaga kesehatan dan pendidik. Terutama untuk lokasi yang sebelumnya kosong dan pelayanannya terganggu. (C-May)

Also Read

Tags