COVID-19 MENINGKAT-7 Kelurahan di Palangka Raya Zona Merah

Redaksi

PALANGKA RAYA/Corong Nusantara– Kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kota Palangka Raya dalam 14 hari terakhir, 22 Juli-5 Agustus, meningkat signifikan. Rilis data Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya menyebutkan, penambahan kasus positif sebanyak 331 kasus atau rata-rata 23,6 kasus per hari.

Dibandingkan dengan kesembuhan, dalam rentang waktu yang sama hanya ada 248 kesembuhan atau rata-rata 17,7 orang sembuh per hari. Sedangkan kasus meninggal dunia, bertambah 2 kasus pada 3 dan 5 Agustus. Sementara jumlah orang menjalani perawatan di rumah sakit maupun isolasi mandiri sebanyak 238 jiwa.

Ketua Harian Tim Satgas Covid-19 Kota Palangka Raya Emi Abriyani mengatakan, sejumlah kelurahan kini masuk dalam zona merah sebaran Covid-19. Per 4 Agustus 2022, total ada 7 kelurahan zona merah, yakni Kelurahan Menteng, Palangka dan Bukit Tunggal di Kecamatan Jekan Raya. Lalu Kelurahan Langkai dan Panarung di Kecamatan Pahandut, serta Kelurahan Sabaru dan Kereng Bangkirai di Kecamatan Sabangau.

“Dibanding 2 pekan lalu, zona merah bertambah 2 kelurahan di Kelurahan Sabaru dan Kereng Bangkirai. Sekarang ada 18 kelurahan zona hijau, 1 kelurahan zona oranye dan 4 lainnya di zona kuning,” kata Emi kepada Tabengan, Jumat (5/8).

Untuk wilayah dengan pertambahan terbanyak kasus Covid-19 dua pekan terakhir, jelas Emi, Kelurahan Menteng dengan penambahan 101 kasus positif, lalu Kelurahan Palangka dengan 61 kasus dan di Kelurahan Bukit Tunggal 61 kasus.

Selanjutnya di Kelurahan Panarung ada penambahan 47 kasus dan di Kelurahan Langkai ada penambahan 53 kasus. Sedangkan di Kelurahan Sabaru, ada penambahan 13 kasus dan di Kelurahan Kereng Bangkirai 11 kasus.

“Namun, juga diiringi dengan tingkat kesembuhan yang cukup baik. Di 7 kelurahan tersebut, setidaknya ada 241 orang masyarakat kita yang terpapar sudah dinyatakan sehat kembali,” sebutnya.

Emi menegaskan, Tim Satgas Kota Palangka Raya bertindak cepat sesuai dengan langkah penanganan, sebagaimana yang diatur dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri perihal Kota Palangka Raya yang kini masih dalam penerapan PPKM Level 1.

“Kita bertindak sesuai level sambil melihat perkembangan kasus. Kami memperkuat edukasi dan sosialisasi di masyarakat, agar dapat menerapkan protokol kesehatan. Saya akui jika masyarakat sudah mulai abai dengan prokes, khususnya penggunaan masker saat beraktivitas,” bebernya.

Saat ini, lanjut Emi, pihaknya telah melakukan kunjungan dan pemantauan penerapan prokes, baik di sekolah-sekolah, kafe, tempat hiburan malam hingga kawasan wisata untuk memberikan edukasi bagi masyarakat akan pentingnya prokes. Juga memberikan sosialisasi kepada pengelola tempat usaha dan sekolah, agar bisa mengedukasi pengunjung yang datang supaya taat prokes.

“Beberapa malam terakhir, kami gencar memberikan sosialisasi kepada masyarakat. Juga kita bagikan ratusan masker bagi masyarakat yang kedapatan tidak memakai masker,” ujarnya.

Khusus untuk lingkungan sekolah, diakui Emi, akhir-akhir ini ada laporan sejumlah siswa mengalami sakit. BPBD, Tim Satgas dan Dinas Pendidikan telah menerbitkan edaran bila ditemukan ada warga sekolah yang sakit, maka harus dipulangkan ke rumah dan tidak dipaksa untuk mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah karena dikhawatirkan menularkan ke warga sekolah lainnya.

“Juga saat ini untuk Satgas sekolah kami minta segera aktif bersama tim kesehatan untuk berkoordinasi bersama Puskesmas terdekat, untuk melakukan pengecekan kesehatan ke murid yang sakit. Data yang terkonfirmasi, sekitar 10 persen dari jumlah kasus saat ini adalah para siswa sekolah,” pungkas Emi. rgb

Also Read

Tags