Diingatkan Covid-19 di Kalteng Bisa Tak Terkendali

Redaksi

PALANGKA RAYA/Corong Nusantara– Data jumlah kasus harian positif Covid-19 di Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) yang diupload di website milik Satuan tugas (Satgas) Penanggulangan Covid-19 Kalteng, dalam beberapa pekan ini jumlahnya  mengalami peningkatan. Ahli Epidemiologi memberikan peringatan kepada semua pihak untuk melakukan tindakan pencegahan.

Ketua Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia (PAEI) Cabang Kalteng Rini Fortina SKM MKes menyampaikan, kasus konfirmasi positif Covid-19 di Kalteng  konsisten terus naik, otomatis yang lain mengikuti seperti indikator perawatan dan kematian. Kendati demikian, indikator perawatan dan kematian masih dalam batas toleransi sesuai standar yang ditetapkan.

“Tapi jika tidak dicegah lebih dini, maka akan menjadi tidak terkendali. Sedangkan kasus baru konfirmasi kecepatan penularannya sudah 3 minggu berturut-turut ini melebihi standar,” kata Rini, Selasa (9/8).

Menurut Rini, kenaikan jumlah kasus karena adanya varian baru, kemudian penerapan protokol kesehatan (prokes) pencegahan yang mulai lemah serta respons testing, tracing, treatmen (T3) yang kurang masif. Untuk melakukan pencegahan dan menekan jumlah kasus terus naik, menerapkan disiplin dengan prokes.

Prediksi ahli epidemiologi dengan melihat lemahnya disiplin prokes dan 3T, kemungkinan beberapa minggu ke depan masih akan terus terjadi peningkatan jumlah konfirmasi positif Covid-19 di Kalteng. Karena disumbang peningkatan penularan dari kabupaten dengan jumlah peningkatan saat ini mencapai 34,6 persen, untuk Provinsi Kalteng masih  14,8 persen. Jumlah tersebut baru dilihat peningkatan kasus baru dari minggu sebelumnya.

“Kalau keputusan lebih dari standar beda lagi. Itu dilihat kecepatan atau laju penularannya. Per 100 ribu penduduk. Kumulatif Kalteng masih dalam batas standar. Tapi breakdown Kota Palangka sudah keluar dari standar 20 per 100 ribu penduduk. Nilainya 65,8 per 100 ribu penduduk,” imbuh Rini.

Kendati ada lonjakan drastis di Kota Palangka Raya, namun untuk perawatan dan kematian masih dalam standar. Sementara itu, 2 daerah di Kalteng, Palangka Raya dan Kapuas masuk dalam zona risiko sedang, sementara 12 daerah lainnya masuk risiko sedang (zona Kuning).

Kepala Laboratorium Mikrobiologi Klinik Biomekuler Covid-19 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Palangka Raya dr Mayawati ES Mewo MKedKlin SpMK menambahkan, Sub varian omicron (BA.4 dan BA.5) telah resmi dinyatakan masuk ke Indonesia. Hal ini pertama kali ditemukan pada 6 Juni 2022.

“Untuk di RSUD Kota Palangka Raya memang belum dikirimkan WGS, tapi sudah dilakukan SGTF dan memang mengarah ke Probable. Dalam satu hari memeriksa 20 sampai dengan 50 sampel dan hasil positifnya rata-rata 65 persen sampai dengan 75 persen,” kata Maya. yml

Also Read

Tags