HUT PEMUDA GKE-Teras: Pemuda GKE Harus Tingkatkan Kualitas

Redaksi

PALANGKA RAYA/Corong Nusantara Memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Pemuda Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) se-Indonesia, digelar seminar dengan tema Aku adalah Alfa dan Omega, Sabtu (6/8), via zoom meeting. Hadir sebagai pembicara Anggota Dewan Perwakilan daerah (DPD) RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustin Teras Narang.

Teras Narang membawakan materi berjudul Pemuda GKE Mau Dibawa Kemana?. Generasi muda GKE tidak dibawa ke mana-mana. Pemuda GKE bagaimana mesti tetap berada di GKE, bersama GKE menghadapi tantangan zaman yang kian beragam secara global, nasional dan bahkan lokal di hadapan kita.

Sekarang ini, jelas Teras, tantangan global di mana dunia terus berubah dari masa ke masa. Hari ini, perubahan yang terjadi lebih menantang karena hadirnya isu perubahan iklim, disrupsi teknologi, yang dilanjutkan oleh pandemi Covid-19. Belum usai pandemi Covid-19, dilanjutkan perang Rusia-Ukraina, berdampak pada perekonomian global termasuk Indonesia.

Dari dalam negeri, lanjut Teras, tidak kurang banyak dinamika yang mesti dicermati. Imbas perubahan dunia terhadap situasi iklim, revolusi industri 4.0, society 5.0, pandemi Covid-19, dan perang Rusia-Ukraina, ada tantangan tersendiri yang mesti dihadapi.

“Saya merumuskan tantangan yang dihadapi secara nasional dengan sebutan HE4F. Ini merujuk pada isu Health (Kesehatan), Education (Pendidikan), Food (Pangan), Fuel (Energi), Financial (Keuangan), dan Forestry (Kehutanan). Saya mengajak pemuda GKE untuk realitas yang ada lewat penyadartahuan ini, untuk mengetahui bahwa dunia kita sedang tidak dalam keadaan yang baik-baik saja. Untuk itu peran pemuda GKE dalam menjawab berbagai tantangan tersebut, sangat diharapkan,” kata Teras.

Majelis Sinode GKE sendiri, kata Teras, tentu menyadari hal ini, dan didorong untuk mengambil inisiatif reformasi serta revitalisasi bidang pendidikan dan kesehatan. Mengingat dua bidang ini adalah bidang dasar yang menentukan kemampuan kita menghadapi tantangan di bidang lain.

“Khusus pada pemuda GKE juga didorong untuk secara pribadi menaruh komitmen pada peningkatan kualitas diri lewat pendidikan di bidang masing-masing. Pemanfaatan akses teknologi informasi yang menyajikan informasi beasiswa pendidikan dan untuk membangun kekuatan bersama mesti terus dioptimalkan,” kata Teras lagi.

Semangat komunitas menggereja, tambah Teras, pemuda GKE perlu membangun gerakan bersama untuk merespon tantangan HE4F yang telah dipaparkan. Penting pula menaruh atensi untuk meningkatkan kualitas pendidikan, dan kesehatan, dibarengi isu kehutanan yang lekat dengan Kalimantan, bisa jadi salah satu fokus perhatian.

Teras berpesan, pemuda GKE dalam semangat kebersamaan perlu mendesain ulang organisasi pelayanannya, dan menyiapkan pengembangan diri generasi muda lewat latihan dan pengembangan. Lewat kaderisasi yang memungkinkan pemuda GKE cepat tanggap terhadap tantangan zaman.

Tujuannya, kata Teras, pemuda GKE sungguh “berakar, bertumbuh, dan berbuah”, maka kerja keras, kerja cerdas, kerja ikhlas, dan kerja tuntas mesti menjadi prioritas. Sinergitas juga menjadi modal penting untuk dilaksanakan dalam seluruh pelayanan.

Saatnya Pemuda GKE mengambil peran kepemimpinan dalam gereja, masyarakat, bangsa dan negara bahkan dunia. Membawa terang bagi gelapnya situasi zaman. Mari semua pihak untuk turut membawa Pemuda GKE menuju peran penting ini.

“Saya menaruh kepercayaan pada generasi muda GKE. Percaya bahwa mereka mampu dan dapat memainkan peran kepemimpinan, sehingga melalui GKE kita bisa menghadapi tantangan zaman. Jangan menyerah dan tetap berani hadapi tantangan yang ada, sebab peselancar hebat lahir dari ombak yang besar. Demikian pun pemuda hebat, lahir dari tantangan yang sama hebatnya,” tutup Teras Narang. ded

Also Read

Tags