Mantan Kades Karuing Pernah Buron Kini Divonis 3 Tahun

Redaksi

PLANGKA RAYA/Corong Nusantara – Pernah menjadi buronan sekitar 8 bulan dalam perkara tindak pidana korupsi (tipikor), mantan Kepala Desa (Kades) Karuing akhirnya harus bertanggung.jawab atas perbuatannya dalam sidang Pengadilan Tipikor Palangka Raya, Rabu (27/7).

“Menjatuhkan pidana terhadap Terdakwa Wanto Sripo dengan pidana penjara selama 3 tahun dan denda sejumlah Rp200 juta, dengan ketentuan apabila Terdakwa tidak dapat membayar denda maka diganti dengan pidana kurungan selama 3 bulan,” ucap Ketua Majelis Hakim. Selain itu Wanto wajib membayar uang pengganti sejumlah Rp1.154.133.384,04 atau diganti pidana penjara selama 1 tahun.
Perkara berawal saat pihak Kejaksaan menetapkan status tersangka terhadap Wanto Sripo bersama Hamid selaku Kepala Urusan Keuangan Pemerintah Desa Karuing dan Deddy Arista Millano selaku Pendamping Desa Pemberdayaan (PDP) Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD).

Mereka menjadi tersangka terkait pengelolaan Dana Desa (DD) yang mengakibatkan kerugian Pemerintah Desa Karuing atau kerugian negara sebesar Rp1.194.133.384,04. Wanto melarikan diri setelah ditetapkan sebagai Tersangka berdasarkan Surat Perintah Penyidikan Khusus Kajari Katingan No. PRINT-03/O.2.18/Fd.1/01/2021 tanggal 21 Januari 2021.

Tim Kabur Intelijen Kejati Kalteng bersama Tim Kejaksaan Negeri (Kejari) Katingan meringkus Wanto di Dusun Menyuluh Desa Lahai Kecamatan Mantangai Hulu Kabupaten Kapuas, Jumat (3/12) sekitar pukul 22.15 WIB.
Hamid dan Deddy telah lebih dahulu mendapat vonis pidana pada Pengadilan Tipikor Palangka Raya, Rabu (8/12/2021) . Majelis Hakim memutuskan pidana penjara bagi Hamid dengan pidana penjara selama 1 tahun dan denda Rp200 juta subsider kurungan selama 2 bulan.

Sedangkan Deddy divonis pidana penjara selama 1,5 tahun dan denda Rp200 juta subsider kurungan 2 bulan serta wajib membayar uang pengganti kerugian negara Rp10 juta atau diganti penjara 4 bulan. dre

Also Read

Tags