Pemandian Pasir Panjang Ditutup, BPBD Kobar Turunkan Tim 

Redaksi

PANGKALAN BUN/Corong Nusantara – Pascanya tenggelamnya siswi SDN 1 Pasir Panjang di kolam pemandian Pasir Panjang Kecamatan Arut Selatan bernama Nur Rahmadani Agutina (12), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Barat langsung turun ke lapangan guna mengecek kelayakan kolam pemandian tersebut.

Kepala BPBD Kobar Syahruni melalui Kepala Kedaruratan dan Logistik Martogi menjelaskan, saat terjadinya peristiwa tidak ada yang melapor ke BPBD, namun demikian pihaknya pun langsung ke lapangan untuk melakukan pengecekan dilokasi pemandian tersebut.

“Kami langsung turun ke lokasi, untuk mengecek lokasi tempat terjadinya peristiwa yang merenggut korban jiwa, tempat itu bukan kolam renang yang di buat oleh manusia melainkan sungai, kami pun tadi meminta keterangan dari petugas di tempat tersebut, yang jelas tempat itu tidak layak dibuka untuk umum, jika tanpa adanya pengawasan,” kata Martogi kepada Tabengan, Rabu (3/8).

Martogi juga menjelaskan, setelah dilakukan pengecekan, dilokasi tersebut ada dua titik yang dalam yakni 1 meter lebih dan ada juga yang kedalaman setengah meter, dimana korban bersama keluarganya datang ke lokasi sekitar pukul 14.00 wib dan  pukul 17.00 WIB terjadinya peristiwa itu, saat itu korban turun ke lokasi pemandian tanpa adanya pengawasan baik dari petugas maupun keluarga.

“Untuk sementara tempat itu di tutup dan kami belum mengetahui sampai kapan akan dibuka kembali, yang jelas kami sudah minta pihak petugas agar melakukan pengawasan terhadap pengunjung terutama anak anak,” ujar Martoqi.

Sementara itu Kepala desa Pasir Panjang Tamel Otel menjelaskan, bahwa kolam  pemandian itu sudah dua tahun ini kelola oleh Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Lamantuha Sejahtera, dimana untuk setiap pengunjung ditarik karcis sebesar Rp 5.000.

“Kolam pemandian itu dibuka mulai pukul 08.00 WIB sampai dengan pukul 16.00 WIB, sampai hari ini saya belum berhasil menghubungi petugas penjaga loket karcis, untuk sekadar mengetahui peristiwa itu, tetapi saya coba menghubungi belum di respon,” ujar Tamel saat mengunjungi rumah korban di HM Rafii BTN Beringin Rindang.

Tamel juga sangat menyesalkan adanya kejadian itu, dan di akui tidak ada pengawasan dari petugas, sebab pada saat terjadinya peristiwa itu, dimana korban pertama kali ditemukan oleh seorang penjual warung  yang ada di dalam kolam pemandian itu.

Pakde salah seorang pemilik warung di lokasi pemandian tersebut menjelaskan, awal ditemukan korban pada pukul 17.00 wib, dimana korban di temukan dalam posisi tengkurap dan berada di atas dua buah ban pelampung.

“Saat diangkat, korban masih sempat muntah kuning dan langsung di larikan ke rumah sakit Sultan Imanuddin Pangkalan Bun,” ujar Pakde. c-uli

Also Read

Tags