Apple Digugat 2 Miliar Dolar AS, Diisukan Jual Baterai IPhone Rongsok

Redaksi

Ide Usaha Kuliner Unik, Menarik, dan Kreatif dengan Modal Kecil

Tabengan – Produsen ponsel Apple Inc tengah berjuang menghadapi gugatan senilai 2 miliar dolar AS, atas tuduhan penyematan baterai rusak di perangkat ponsel iPhone 6s.

Mengutip dari Reuters, gugatan tersebut dilayangkan Justine Gutmann yang mewakili pengguna iPhone di seluruh belahan Inggris, usai para pengguna ponsel Apple mengeluhkan masalah yang sama yakni baterai ponsel yang cepat rusak.

Para fanboy Apple menilai kerusakan ini terjadi lantaran Apple menyematkan produk baterai yang rusak di perangkat ponsel iPhone.

Tak hanya itu Apple secara diam-diam juga turut memasang alat pengendali baterai yang dapat membatasi kinerja ponsel iPhone 6s sebesar 10 persen.

Menanggapi isu miring tersebut, juru bicaranya Apple menyangkal semua argumen yang dinyatakan oleh pengacara Gutmann. Ia juga menyebut bahwa tuduhan yang dilayangkan ke perusahaannya tidaklah berdasar.

Sebelum gugatan ini diajukan ke pengadilan London, Apple menjelaskan bahwa pihaknya sempat menawarkan penggantian baterai dengan potongan harga yang fantastis bagi para pengguna iPhone yang mengalami kerusakan baterai.

Namun cara ini ternyata belum cukup memberikan solusi bagi para fanboy Apple, alasan tersebut yang kemudian membuat para pengguna ponsel iPhone geram hingga mereka nekat melayangkan gugatan kepada Apple.

Sebagai informasi tuntutan seperti ini bukanlah kali pertama yang dialami Apple, sebelumnya produsen ponsel kondang ini sempat beberapa kali tersandung masalah hukum.

Baca Juga :  Sistem Religi dan Kepercayaan yang Tak Dapat Dipisahkan

Salah satunya kontroversi ‘batterygate’ atau praktik perusahaan untuk membatasi iPhone lama berdasarkan kinerja .

Imbas gugatan tersebut Apple terpaksa membayar denda senilai 500 juta dolar AS untuk menyelesaikan masalah itu di Amerika. Tak hanya itu Apple juga diminta untuk bertanggung jawab atas penyelidikan multi negara dengan total kerugian mencapai 113 juta dolar AS.

Also Read