PEMPROV KALTENG DINILAI TIDAK SERIUS TANGANI KERUSAKAN JALAN PROVINSI

Redaksi

PALANGKA RAYA/Corong Nusantara – Kerusakan ruas Jalan Palangka Raya-Gunung Mas (Gumas) terjadi cukup lama. Diduga penyebab kerusakan adalah kendaraan angkutan yang melebihi kapasitas jalan. Kerusakan yang terjadi tidak kunjung mendapatkan perbaikan dari pemerintah daerah, sehingga arus transportasi menuju Kabupaten Gumas ataupun sebaliknya mengalami kendala yang serius.

Perbaikan yang tidak kunjung dilakukan ini, mendapat kritikan dari Ketua Federasi Serikat Pekerja Transportasi Indonesia (FSPTI) Kalimantan Tengah (Kalteng) Cornelis. Menurut Onel sapaan akrab Cornelis, pemerintah provinsi tidak serius, dan mungkin menganggap perbaikan Jalan Palangka Raya-Gunung Mas bukan menjadi skala prioritas.

Buktinya kata Onel, sampai sekarang tidak ada upaya serius ataupun langkah-langkah yang dilakukan pemerintah provinsi dalam melakukan perbaikan. Kerusakan yang terjadi dibiarkan berlarut-larut, dan masyarakat dibiarkan merasakan kerusakan itu. Aksi yang dilakukan masyarakat dengan memblokade adalah bentuk kekesalan karena jalan tidak kunjung dilakukan perbaikan.

Padahal, lanjut Onel, jalan adalah urat nadi perekonomian yang sangat penting. Jika arus angkutan darat terganggu, maka berimbas ke berbagai sektor perekonomian, semisal harga bahan kebutuhan pokok akan melambung tinggi. Harus ada aksi bersama dari semua pihak untuk mempertanyakan ke pemerintah provinsi, mengapa Jalan Palangka Raya-Gumas tidak kunjung dilakukan perbaikan.

“Menurut saya, masih belum ada upaya perbaikan Jalan Palangka Raya-Gumas sampai sekarang ini adalah bukti  tidak seriusnya pemerintah provinsi dalam menyikapi kerusakan jalan tersebut. Padahal, ruas jalan itu adalah tanggung jawab pemerintah provinsi. Apabila memang tidak mampu, seharusnya ada upaya dari pemerintah daerah, untuk meminta bantuan pemerintah pusat,” kritik Onel, terkait dengan kerusakan Jalan Palangka Raya-Gumas, Kamis (21/7) di Palangka Raya.

Onel menyampaikan apresiasi, dan dukungan kepada masyarakat yang melakukan blokade jalan. Apa yang dilakukan ini sudah sangat tepat. Langkah blokade adalah bentuk kepedulian, dan perhatian masyarakat atas kondisi pembangunan di wilayahnya. Sebab, apa yang dilakukan tokoh masyarakat dan masyarakat sekitar itu dijamin oleh UU.

Kepedulian akan hasil pembangunan harus dilakukan dengan kebersamaan. Karena tanpa kebersamaan, dan saling mendukung mustahil akan berhasil. Masyarakat Dayak sebagai penduduk yang merasakan dampak dari keadaan ini harus kompak,  dan salut kepada Ketua Umum APP GMTPS Ibeng, yang vokal menyuarakan persoalan ini.

Terakhir, ungkap Onel, kepada semua pihak dan juga pak Iber Nahason, mari ambil langkah, lakukan gerakan nyata, satukan kekuatan untuk membangun Kalteng. Sebagai putra Dayak asli, siap untuk berjuang bersama-sama.ded

Also Read

Tags