Pasar Kripto Catat Rapor Merah, Solana Hingga XRP Pimpin Penurunan Harga

Redaksi

Corong Nusantara – Memasuki pekan kedua di bulan Maret, pergerakan pasar cryptocurrency justru kompak mencatatkan penurunan harga. Tak hanya Bitcoin yang jatuh ke harga 22.417 dolar AS.

Sejumlah aset kripto lainya juga ikut terperosok ke jurang bearish, seperti Solana dan Koin XRP yang dilaporkan anjlok tajam. Hingga keduanya memimpin penurunan harga dengan masing masing turun 2,37 persen menjadi 20.80 dolar AS dan 2,58 persen menuju ke harga 0.36 dolar AS.

Kondisi sideways juga turut dialami Ethereum yang nilainya susut 0,40 persen menjadi 1.563 dolar AS koin. Diikuti BNB yang anjlok 1,70 persen ke kisaran harga 285.42 dolar AS pada perdagangan Senin (6/3/2023).

Sementara harga Cardano yang dipantau Coinmarketcap melemah 1,60 persen menjadi 0,3339 dolar AS serta Polygon yang susut 0,57 persen menuju ke harga 1.13 dolar AS per koin selama 24 jam terakhir

Para pengamat menilai penurunan harga yang saat ini terjadi akibat dari tekanan yang muncul pada pasar kripto, termasuk keruntuhan Silvergate Capital perbankan kripto yang berbasis di La Jolla, California yang mengalami aksi rush bank atau penarikan massal usai dituding Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC) melakukan tindak pidana.

Baca Juga :  Koin Kripto Konakami Daftar Ke Bappebti Agar Bisa Diperdagangkan Secara Legal

Tak hanya itu, kasus penipuan yang menjerat mantan CEO FTX Sam Bankman-Fried (SBF) juga memicu hilangnya kepercayaan investor para perdagangan pada aset digital.

Kondisi ini semakin diperparah dengan adanya rencana kenaikan suku bunga acuan yang dilakukan para perbankan sentral.

Salah satunya The Fed yang berencana untuk mengerek laju suku bunga (Federal Funds Rate atau FFR) ke tingkat yang lebih tinggi yakni ke kisaran 5,1 persen dan 5,4 persen di pertemuan bulan Maret ini.

Selain AS, belakangan bank sentral Eropa (ECB) juga ikut memberikan sinyal pengetatan moneter dengan menaikkan suku bunga bulan untuk membatasi laju inflasi yang saat ini berada di kisaran 8,5 persen.

Meski langkah tersebut dipercaya sebagai cara cepat untuk menjinakkan inflasi. Namun kebijakan itu telah membebani selera beli masyarakat dan investor pada aset berisiko termasuk kripto. Hingga membuat pergerakan Bitcoin anjlok tajam pada pagi ini.

Penurunan harga ini diprediksi akan terjadi selama beberapa hari kedepan, mengingat Bitcoin CS hanya dapat pergerakan jangka pendek, sehingga peluang untuk bergerak naik menuju titik hijau sangat tidak mungkin dilakukan dalam waktu dekat.

Also Read